Yong Moo Do merupakan bela diri asal Korea Selatan dan sudah dikenal di Indonesia sebagai bela diri wajib sejak 2008. Yong Moo Do mengombinasikan gerakan tendangan, banting, kunci, dan piting. Pertandingan para petarung Yong Moo Do tidak menggunakan sarung tinju. Pelindung hanya digunakan pada lengan tangan, kaki, dan dada saja. Tak heran pertandingan kerap berakhir pada cedera serius.
Dan sejak didirikannya Federasi Yongmoodo Indonesia (FYI), seni beladiri asal Korea ini pun mulai disosialisasikan kepada masyarakat umum di tahun 2012 ini. Sosialisasi berupa roadshow ke sejumlah kota besar di Indonesia. Dalam sosialiasi tersebut, diperagakan sejumlah jurus yang dilakukan oleh atlet Yongmoodo
Sejarah Yongmoodo dimulai pada tanggal 15 Oktober 1995 dimana The Martial Reearch Institut dari Yong In University Korea membentuk seni beladiri Yongmoodo yang merupakan gabungan dari beladiri Judo, Taekwondo, Apkido, Ssirum, dan Hon Sin Sul. Akar dari Yongmoodo adalah beladiri Hon Sin Sul yang berarti Beladiri.
Istilah Yongmoodo berasal dari kata Hankido yang dikembangkan di Korea pada tahun 1976. Kemudian namanya berganti menjadi Kukmodo dan berubah menjadi Yongmoodo. Yongmoodo berasal dari 3 suku kata yaitu :
1. YONG berarti naga. Naga di agungkan oleh banyak orang yang dipercaya memiliki kemampuan mistik. Naga juga diyakini mampu terbang mengeluarkan api dari mulutnya, hidup dibawah air atau dibawah tanah, menguasai alam yang dapat menyebabkan terjadinya Tsunami, gempa bumi dan membawa kemakmuran serta keberuntungan bagi yang mempercayainya.
2. MU atau MOO berarti Beladiri yang menunjuk pada pertempuran yang mengacu pada prtempuran dan perkelahian, pertahanan dan strategis, fisik, mental, serta fisikologi.
3. DO berarti cara berlatih dan cara hidup, pandangan hidup yang kosong dan berisi Philosopi serta kemampuan belajar dari alam, hidup dan perkelahian ,melawan alam.
Yongmoodo telah dipromosikan oleh ribuan alumni dari Yong In University dan para Master maupun Grand Master, yang diresmikan pada tanggal 25 April 2002 sehingga terbentuklah Organisasi Federasi Beladiri Yongmoodo dan memperoleh ketenaran tidak hanya di Korea tetapi di seluruh penjuru Dunia dan sudah tersebar di Negara – Negara :
1. Amerika Utara terutama di Amerika Serikat, Kanada dan wilayah yang lain di Benua Amerika.
2. Eropa terutama di Negara Prancis,
3. Di Asia terutama dI Negara Asia Timur seperti Korea Selatan dan Utara, Hongkong, Taiwan, Makao dan sebagian Asia Tenggara.
Pengagasan atau Pendiri Beladiri Yongmoodo antara lain :
1. Kim Byung Chun yang merupakan Presiden Asosiasi Yongmoodo Internaional di Korea.
2. Prof Lee Byeong Ik, Prof Kim Eui Yong dan Prof Kim Chang Woo yang menjabat di Departemen Oriental Martial Art di Yong In University.
3. Prof Kang Min Chu yang menjabat sebagai sekretaris Jendral Asosiasi Yongmoodo Internasional.
Rangking dan warna sabuk yang ada dalam beladiri Yongmoodo adalah :
1. Rangking 10 = Sabuk putih
2. Rangking 9 = Sabuk Kuning
3. Rangking 8 = Sabuk Kuning
4. Rangking 7 = Sabuk Hijau
5. Rangking 6 = Sabuk Hijau
6. Rangking 5 = Sabuk Biru
7. Rangking 4 = Sabuk Biru
8. Rangking 3 = Sabuk Coklat
9. Rangking 2 = Sabuk Coklat
10. Rangking 1 = Sabuk Merah
Setelah Sabuk Merah maka para peserta Beladiri Yongmoodo dapat Dan I atau Sabuk Hitam dengan kemampuan meliputi Teknik Skill Dasar, Menengah, Tingkat mahir serta penggunaan alat.
RESIKO DAN KESELAMATAN DALAM LATIHAN
Seni beladiri Yongmoodo memerlukan latihan yang kekal, harus di latihkan sedemikian untuk memperkecil resiko latihan yang bersifat fatal. Pelatihan seni beladiri Yongmoodo memerlukan persiapan yang cukup lama dan pengenalan tentang tehnik – tehnik dasar.untuk mengefisienkan kemungkinan – kemungkinan kecil terluka yang di alami oleh para pemula maka dari itu perlu adanya pengawasan dan pelatihan secara bertahap, bertingkat dan berlanjut agar resiko dan keselamatan latihan tidak berakibatkan fatal.
Seni beladiri Yongmoodo memerlukan instruksi – instruksi dan praktek langsung dari seorang guru atau Instruktur agar hal – hal yang tidak diinginkan tidak terjadi.
Insturktur harus menyiapkan sarana dan prasarana yang berhubungan dengan kesiapkan dalam pelatihan beladiri yongmoodo seperti, lapangan, alat bantu body tack, matras, sam sak, gansil ( pelindung gigi ), pelindung kepala, pelindung tangan dan kaki, harus memenuhi target standar keselamatan dan juga selama dalam melaksanakan latihan. Latihan tersebut harus dapat dikendalikan, diawasi dan dievaluasi.
Berlatih seni beladiri Yongmoodo dimulai dengan pemanasan supaya badan siap menerima materi – materi latihan. Pemanasan dilakukan terutama pada bagian – bagian persendian, jari – jari tangan maupun kaki. Bagian –bagian terpenting yang harus dilatih tiap hari adalah Psikologi kita. Proses penyegaran dalam latihan juga perlu dilaksanakan meditasi dan pernapasan.
Setiap pelatih atau Instruktur harus memiliki kemampuan untuk mengatasi segala kemungkinan yang akan terjadi di dalam pelaksanaan latihan. Karena dalam mempelajari ilmu seni beladiri Yongmoodo rawan terjadi kecelakaan dalam berlatih.
Tehnik – Tehnik Dasar Yongmodo
KIBON
1. Umum
Faktor - faktor umum dari semua tehnik beladiri adalah pemakaian secara kongkirt terhadap anatomi dan kejiwaan. Senjata dalam seni beladiri Yong Moodo terdiri dari bermacam - macam bagian tubuh manusia tiap bagian tubuh yang dapat bermanfaat untuk tangkisan atau serangan, menjaga sikap dan keseimbangan menyalurkan tenaga lawan menghilangkan keseimbangan lawan dan mengetahui tempat bagian - bagian yang lemah dari tubuh hampir sama dengan "tai-chi"
2. Pemanasan
Senam. Bentuk senam seni bela diri Yong Modo terdiri dari gerakan - gerakan kepala, gerakan tangan, bahu, gerakan pinggang dan kaki, gerakan dengan duduk, gerakan dengan terlentang / terlungkup, gerakan kombinasi dan diakhiri dengan penenangan. Dibawah ini masing - masing gerakan pemanasan ( Cumbi Udong ) di beladiri Yong Moodo:
Son Mok Bal Mok Toro Chugi ( gerakan engsel kaki dan engsela tangan di lecutkan )
Son Mok Bal Mok Tolyo Chugi ( gerakan engsel kaki dan engsel tangan di putar - putar )
Mok Streching ( tekan kepala keatas / ke bawah )
Oen Cok Streching ( tekan kepala kekiri )
Oren Cok Streching ( tekan kepala kekanan )
Mok Tolyo Chugi ( putar leher ke kanan / ke kiri )
Phal Streching ( tekan tangan kiri / kanan menyilang ke samping )
Wiro Stretching ( angkat tangan kiri / kanan bawa kebelakang kepala )
Okkae Tolyo Chugi ( putar bahu belakang dan kedepan )
Hori Tolyo Chugi ( putar pinggang ke kanan dan ke kiri )
Deng Bae Undong ( gerakan pinggang dan perut bungkuk tegak )
Hui Tolyo Chugi ( tangan lurus keatas badan tegak putar melingkar kiri / kanan )
Yop Kuriundong ( angakat tangan kiri / kanan bawa tekan badan ke kanan dan kiri )
Kol Ban Tel O'chugi ( kuda - kuda berat tekan pinggang ke kanan dan ke kiri )
Murep Undong ( jongkok berdiri tangan memegang lutut ) bukan kemurep (jawa) ya..hehehe
Calb Kae Nullo Chugi ( buka kaki kanan / kiri pendek lalu tekan lutut )
Kip Kae Nullo Chugi ( buka kaki kanan / kiri panjang lalu tekan lutut )
PEMANASAN POSISI DUDUK ( ANJASO ):
Bal Mok Tolyo Chugi ( posisi duduk putar engsel kaki kanan / kiri )
Sukyo Chugi ( cium lutut kaki kanan / kaki kiri )
Tel O'chugi ( silang kaki kiri dan kaki kanan, putar badan kanan dan kekanan )
Tanggyo Chugi ( Peluk kaki kanan / kaki kiri depan badan )
Pyo Chugi ( pegang telapak kaki angkat kaki ke atas kanan / kiri )
Tuirup Phaeso Sukyo Chugi ( lipat kaki kiri / kanan ke belakan dan cium lutut kanan / ke kiri
Bal Muaso Toro Chugi ( rapatkan kedua telapa kaki / tumit menyentuh pantat kedua paha di goyang - goyangkan )
Bal Muaso Sukyo Chugi ( rapatkan kedua kaki / tumit menyentuh pantat cium kedua ujung kaki )
Bal Bulyoso ( buka kedua kaki selebar - lebarnya / split )
O'ren Cok Sukyo Chugi ( bawa badan mencium lutut kaki kanan )
Oen Sukyo Chugi ( bawa badan cium kaki kiri )
Apero Sukyo Chugi ( badan mencium ke depan )
Muaso Sukyo Chugi ( rapatkan kedua kaki lurus kedepan, cium lutut )
Toro Chugi ( kaki dirapatkan kedepan / selonjor digoyang - goyangkan )
Chugi Siphae ( setengah roling depan / belakang )
PEMANASAN BERJALAN
Ap Gurugi ( jungkir ke depan )
Dari Bulyo Ap Gurugi ( jungkir ke depan kaki split )
Dui Gurugi ( jungkir ke belakang )
Dari Bulyo Dui Gurugi ( jungkir ke belakang kaki split )
Ca O Rugi ( jungkir ke belakang kaki didorong lurus keatas )
Ap Gullo Chigi ( jungkir lembut ke depan )
Dui Gullo Chigi ( jungkir lembut ke belakang )
Hoejon Nakbob ( jungkir ke depan dengan menggunakan sisi badan kanan / kiri )
Konjung Haejon Nakbob ( jungkir ke depan tanpa tangan )
selanjutnya:
3. Gerakan Dasar:
Dasar - dasar pelatihan beladiri Yong Moodo meliputi etika dan sikap dasar , serangan, tendangan, tehnik jatuhan , menggunakan kekuatan keterampilan tangan, tubuh, kaki dan kombinasi - kombinasi lainnya. Itu semua tergabung dalam metode yang mudah untuk dipedomani baik dengan cara tehnis bagi peserta pemula, tapi ingat mesti ada instrutur atau pelatihnya. Untuk gerakan dasar akan dijabarkan ( belum diuraikan ) di bawah ini antara lain sebagai berikut:
1. Etika
a. Sikap berdiri dan menghormat
b. Sikap berlutut dan menghormat
2. Postur Dasar
a. Sikap berdiri alami.
b. Pioni Sogi ( sikap siap kaki sejajar )
c. Ap Sogi ( sikap siap kaki melangkah )
3. Langkah Dasar
a. Soso Kodgi ( berjalan pada posisi depan )
b. Io Kodgi ( sikap maju tanpa merubah posisi kaki depan )
c. Anjaso Kodgi ( berjalan dari posisi berlutut/ berjalan berlutu pada posisi depan )
4. Dasar Pukulan.
a. Jumok { 9 Son Chigi ( Pukulan ) }
1) Jumok Ulkul Chigi ( pukulan atas )
2) Jumok Montong Chigi ( pukulan bawah )
3) Dolyo Chigi ( pukulan melingkaran )
4) Bam Cumok Chigi ( pukulan kacang )
5) Pyeon Jumok Chigi ( pukulan kepalan rata )
6) Batang Son Chigi ( pukulan telapak tangan )
7) Sonal Chigi ( pukulan pisau tangan )
8) Sonal Deng Chigi ( pukulan punggung tangan )
9) Sonket Cherigi ( pukulan tusukan tangan )
5. Serangan ke arah titik Vital ( tidak saya uraikan karena berbahaya )
6. Dasar - Dasar tendangan ( Bal Chagi ).
a. Ap Chagi ( tendangan depan )
b. Yeop Chagi ( tendangan samping )
c. Ap Dolyo Chagi ( tendangan melingkar depan )
d. Dui Chagi ( tendangan belakang )
e. Dui Dolyo Chagi ( tendangan belakang melingkar )
7. Serangan dengan Lutut
a. Tendangan lutut lurus
b. Tendangan lutut samping
8. Penggunaan Tenaga
a. Dorong bersilangan
b. Dorong ketika penyerang menangkap pergelangan tangan
c. Dorong ketika penyerang memegang kedua pergelangan tangan
d. Dorong kedua tangan terhadap pasangan lengan
9. Tehnik Jatuhan ( NAKBOB )
a. Jonbang Nakbob ( jatuh depan ) jatuh depan pada beladiri Yong Moodo sangat berbeda dengan bela diri lainnya. Dimana jatuh depan di awali dari posisi berdiri, jari jempol dan telunjuk tangan membentuk bidang segitiga. Dilaksanakan dengan cara melompat setinggi mungkin dengan tumpuan ke dua kaki pada saat diatas kedua kaki menendang kebelakang sehingga badan bertumpu pada ujung kaki dan lengan tangan, hadapkan kepala ke kanan / kiri untuk melindungi wajah sehingga badan tanpa menyentuh matras.
b. Hubang Nakbob ( jatuh ke belakang )
c. Ceuk Bang ( jatuh samping )
d. Ap Gullo Chigi ( jungkir lembut ke depan )
e. Dui Gullo Chigi ( jungkir lembut ke belakang )
f. Hoejon Nakbob ( jungkir ke depan dengan menggunakan sisi badan kanan / kiri )
g. Kunjung Haejon Nakbob ( jungkir ke depan tanpa awalan tangan )
10. Melepas Tangkapan Pergelangan Tangan
Semua perlengkapan dari tangkapan pergelangan tangan harus di laksanakan dengan membuka jari - jari ini disebabkan karena pergelangan tangan berada dalam genggaman tangan lawan dan membuat lawan sulit untuk mempertahankan pegangan pada tangan kita. Di bawah ini adalah tehnik pelepaan tangakapan pergelangan tangan diantaranya adalah sebagai berikut:
a. Pelepasan Dalam
Pada saat lawan memegang pergelanga tangan kanan dengan tangan kirinya buka lebar jari untuk melemah pegangan lawan, putar pergelangan dan tarik tangan kanan kearah badan, pergelangan tangan yang berputar akan menyebabkan ibu jari berada kearah badan dengan telapak tangan menghadap kebawah sehingga membuka pegangan antar jari dan ibu jari lawan.
b. Pelepasan Samping
Pada saat lawan memegang pergelangan tangan kanan dengan tangan kiri lawan, buka lebar jari tangan kanan kearah samping luar, kemudian dorong kearah luar sehingga melemahkan ibu jari tangan lawan.
c. Pelepasan Atas
Pada saat lawan memegang pergelangan tangan kanan dengan tangan kiri lawan, dorong kedepan dan angkat tangan kanan kemudian dorong siku ke depan serta putar bergelangan tangan keatas dan kearah telinga lawan
d. Pelepasan Depan
Pada saat lawan memegang pergelangan tangan kanan dengan tangan kiri lawan, buat putaran kecil dengan tangan kanan kearah luar bawah tangan lawan ulangi sekali lagi dan dorong tangan kanan kearah wajah lawan.
Demikian sekilas tentang bela diri Yong Moo Do, semoga bermanfaat.

