Teknik Dasar Beladiri Praktis Anggota Satpam Satria Garda Bali

Bagikan

Teknik Dasar Beladiri Praktis Anggota Satpam Satria Garda Bali

 

Kamis, 08 November 2018

Anggota Satpam Satria Garda Bali melakukan kegiatan pelatihan Bela diri.

Sebelum melakukan kegiatan teknik dasar, diperlukan pemanasan terlebih dahulu. Setelah selesai pemanasan, dilanjutkan dengan bela diri  dengan teknik dasar yaitu :

  • Kuda-kuda Sedang

  • Kuda-kuda Ringan

  • Kuda-kuda Berat

  • Tangkis atas

  • Tangkis bawah

  • Pukulan sejajar

  • Pukulan melingkar

  • Tendangan kiri depan

  • Tendangan kanan depan(Untuk mengelabuhi musuh)

 

  • Kuda-kuda Sedang

adalah kuda-kuda yang menggabungkan dua keuntungan dari kuda-kuda tinggi dan rendah. Penggunaan kuda-kuda sedang kita dapat menyerang sekaligus bertahan sehingga banyak keuntungan yang didapat dari penggunaan jenis kuda-kuda ini. Keuntungan dari kuda-kuda sedang adalah memiliki power serangan yang kuat, speed yang bagus dan pertahanan yang efektif sehingga kuda-kuda jenis ini sangat dianjurkan. tokoh beladiri yang sangat terkenal di dunia beladiri yaitu Bruce Lee marekomendasikan penggunaan kuda-kuda jenis ini karena memiliki keuntungan tersebut diatas.

 

  • Kuda-kuda Ringan

adalah Kuda-kuda ringan ialah kuda-kuda dengan jarak kedua kaki dekat dan sempit, sehingga badan tampak tegak. Tujuannya supaya bisa bergerak cepat dan lincah. Wataknya tidak suka diam. Pukulan atau serangan cenderung dihilangkan atau dihindari. Kesukaannya menjauh dari serangan kemudian membalas dengan pukulan/tendangan, menjauh lagi membalas lagi, dan seterusnya. Kecepatan dan kelincahan adalah ciri bela diri yang banyak menggunakan kuda-kuda ini. Mereka cenderung memperluas medan pertarungannya, dan biasanya kelabakan bila dimasuki pertahanannya.

 

  • Kuda-kuda Berat

adalah kuda-kuda yang lebar dan jauh jarak antara kedua kaki, dan biasanya salah satu atau kedua kaki membentuk siku. Tujuannya supaya tidak mudah dirobohkan. Karena lebar, menggunakan kuda-kuda ini tidak bisa bergerak cepat dan lincah. Oleh karena itu, bela diri yang banyak menggunakan kuda-kuda berat tidak bergerak yang tidak perlu. Mereka suka mendekati lawannya dengan tujuan melumpuhkannya. Pukulan atau serangan cenderung dihadapi dan diatasi, dan mereka melumpuhkan lawan dengan satu/dua gerakan saja. Umumnya mereka ahli tangkap-menangkap dan juga ahli dalam teknik kuncian/pitingan, bantingan, dan patahan. Selain itu, bela diri yang banyak menggunakan kuda-kuda berat ahli dalam menghadapi lawan bersenjata dan duel satu lawan satu.

 

Bagikan